Perjalanan Religi Sinead O’Connor: Mengaku Pendeta hingga Jadi Mualaf


 Penggemar musik era tahun ’90-an mengelukkan nama Sinead O’Connor karena lagu Nothing Compares 2 U. Di luar kehidupannya di atas panggung, Sinead memiliki perjalanan spiritual yang beragam.

Penyanyi kelahiran Glenageary, Irlandia, 8 Desember 1966 ini mulai memicu kontroversi ketika aksi panggungnya di Saturday Night Live pada 1992. Saat itu ia merobek gambar Pope John Paul II sebagai bentuk protes pada Gereja Katolik karena kasus kekerasan seksual.

Mendeklarasikan diri sebagai pendeta

Meski cukup vokal dengan Gereja Katolik, Sinead O’Connor mengejutkan publik ketika mendeklarasikan dirinya sebagai pendeta pada tahun 2000. Sinead ditahbiskan pada April 1999 oleh Uskup Michael Cox, pemimpin Gereja Katolik Latin Tridentine di Lourdes, Irlandia.

Tetapi menurut juru bicara Catholic Press Office Des Cryan dari Dublin, Irlandia, Sinead tak bisa menyebut dirinya pendeta karena ia rockstar. Selain itu Gereja Katolik Roma tidak mengizinkan pendeta perempuan.

Ketika mempromosikan album terbarunya Faith and Courage, Sinead yang saat itu berusia 33 tahun, tampil menggunakan jubah pendeta. Dalam wawancaranya pada majalah Time, dia juga menyebut telah mengganti namanya menjadi Mother Bernadette Maria.

Tapi dalam wawancaranya bersama Billboard pada 2014, Sinead mengaku mundur sebagai pendeta karena tak ingin lagi memicu perdebatan dan kontroversi.

Sinead O’Connor menjadi mualaf

Akhir Oktober 2018, Sinead O’Connor mengejutkan publik ketika dirinya mengumumkan telah memeluk islam. Ia juga mengganti namanya Shuhada’ Sadaqat.

"Aku mengumumkan bahwa aku resmi menjadi seorang Muslim. Ini adalah sebuah konklusi dari perjalanan teologi yang alami,” tulisnya di akun Twitter @MagdaDavit77.

"Kitab suci membawaku pada Islam dan hal itu membuat kitab suci lain seperti mubazir. Aku akan mendapatkan nama baru, yakni Shuhada," tulisnya lagi.

Sinead O'Connor juga sempat menceritakan alasannya berganti nama lewat video yang diunggah ke akun Facebooknya. Dalam video yang kini telah dihapus itu, wanita berumur 51 tahun tersebut mengungkap bahwa dia telah mengubah namanya secara hukum.

"Aku tak lagi menginginkan nama yang patriarki. Nama yang aku pilih indah sangat cocok untukku," ujarnya dalam video itu.



from beritapanasss https://ift.tt/3tvAzJ3
via IFTTT
Next Post Previous Post