-->
Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki 6 Hari Tempuh 280 Km; Alhamdulillah Sudah Sampai di Bandung

Satu Keluarga Mudik Jalan Kaki 6 Hari Tempuh 280 Km; Alhamdulillah Sudah Sampai di Bandung

Bagikan :

Satu keluarga yang mudik berjalan kaki dari Gombong, Jawa Tengah, tiba di kampung halamannya, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/5/2021) siang. Setibanya di kampung halaman, mereka langsung menjalani rapid antigen oleh petugas kesehatan setempat. (foto cover: Sekeluarga yang mudik jalan kaki dari Gombong, Jateng. Suasana saat mereka melintas di Ciamis menuju Bandung, sumber: detik)

Perjalanan yang dilakukan oleh satu keluarga asal Soreang tersebut menjadi perhatian publik. Mereka terpaksa berjalan kaki karena tidak memiliki uang yang cukup untuk ongkos kendaraan ke kampung halaman.

Namun, mereka tidak lama berdiam diri di rumah yang ditumpangi sementara, Desa Pananjung, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Mereka kemudian pergi ke Polresta Bandung.

Dani (39) dan Masitoh Ainun Lubis (36) membawa kedua anaknya, Manta (3) dan Hanum (1,5), ke kantor Intelkam Polresta Bandung. Saat akan wawancara, Dani dan Masitoh enggan memberikan keterangan.

Dari informasi yang didapat, Dani dan keluarga mengaku kelelahan dan ingin segera beristirahat. Selain itu, untuk memastikan kesehatan dan keamanan mereka, petugas kesehatan melakukan tes rapid antigen kepada Dani dan Masitoh. Hasil daripada tes tersebut menyatakan Dani dan Masitoh negatif COVID-19.

Selesai menjalani rapid, mereka pun mendapatkan sejumlah bantuan sembako dari polisi. Kemudian dibawa menuju lokasi karantina. Sesuai prosedur PPKM Mikro, mereka akan dikarantina selama lima hari.

Sebelumnya, Dani dan keluarga berjalan kaki dari Gombong, Jawa Tengah menuju Soreang, Kabupaten Bandung. Mereka sempat ditemui sejumlah wartawan di Ciamis, kemudian melanjutkan perjalanan.

Dani berangkat dari Gombong, Jawa Tengah pada Minggu (2/5) sore. Ia hanya berbekal uang senilai Rp 120 saja. Uang yang milikinya tidak cukup untuk membeli ongkos kendaraan ke kampung halaman.

Ia terpaksa mudik karena sudah tidak memiliki pekerjaan di Gombong. Sebelumnya, ia bekerja di tempat konveksi, namun tidak berselang lama ia pun menjadi pengangguran.

“Di sana sudah tidak ada lagi kerjaan, tidak punya apa-apa. Jadi memutuskan untuk pulang ke Soreang. Tidak akan ke sana lagi, mau menetap di Soreang,” ujar Dani, kemarin (7/5).

Dalam setiap harinya, mereka selalu menempuh perjalanan sepanjang 25-30 kilo meter. Mereka selalu beristirahat di SPBU atau masjid di sepanjang jalan yang dilalui.

“Alhamdulillah selama perjalanan berjalan lancar, tidak ada hambatan. Banyak juga orang-orang baik yang memberi bekal dan makanan saat di jalan,” ucap Dani.

Sumber: detik



from Berbagi Inspirasi https://ift.tt/3b8qLhd
via IFTTT

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel